Bedah Buku Bisnis #62: 90 Seconds to a Life You Love | Imam Dermawan, Lita Edia & Addy Kurnia

Topik: Bedah Buku “90 Seconds to a Life You Love” oleh Joan Rosenberg

Pengenalan Umum

  • Buku ini membahas cara menangani perasaan tidak menyenangkan seperti marah, kecewa, malu, sedih, frustasi, dan sejenisnya.
  • Ditekankan pentingnya menjadi pribadi yang emotionally resilient, percaya diri, dan autentik.
  • Konsep utama buku adalah tentang Rosenberg Reset, yaitu strategi menghadapi emosi negatif selama 90 detik secara sadar dan tidak menghindarinya.

Tujuan Buku dan Manfaat

  • Membantu pembaca mengelola emosi sulit dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pekerjaan dan relasi.
  • Meningkatkan kepercayaan diri, komunikasi asertif, serta ketahanan emosional.
  • Bermanfaat juga untuk parenting, agar anak lebih percaya diri dan tidak terbiasa menghindari emosi.

Konsep Utama

  • Emosi muncul dari stimulus eksternal yang diproses oleh otak (amigdala dan prefrontal cortex).
  • Saat emosi negatif muncul, amigdala mendominasi dan mengganggu logika (hijack).
  • Solusinya bukan menghindar (distraction) melainkan menghadapi dengan sadar selama 90 detik.
  • Perasaan akan mereda jika tidak dihindari dan dihadapi secara utuh.

Strategi Mengelola Emosi

  • Tetap sadar (present), rasakan sensasi tubuh selama 90 detik.
  • Hindari pelarian seperti kompulsif shopping, konsumsi berlebih, marah-marah tanpa kendali.
  • Gunakan strategi kognitif dan behavioral untuk merespons emosi secara sehat.
  • Gunakan afirmasi positif untuk mengubah pikiran negatif.

Distorsi Kognitif yang Perlu Diwaspadai

  • Pola pikir “all or nothing”, overgeneralizing, catastrophizing, dan personalisasi.
  • Ramalan negatif yang belum tentu terjadi hanya memperparah kecemasan.

Aplikasi dalam Kehidupan

  • Untuk pekerjaan: membantu menghadapi tekanan, problem solving, dan teamwork.
  • Untuk keluarga: pola komunikasi yang membangun kepercayaan diri anak.
  • Untuk diri sendiri: refleksi dan assessment terhadap respon emosi yang sering muncul.

Latihan dan Tools dalam Buku

  • Terdapat banyak alat bantu seperti daftar pertanyaan reflektif, checklist konfrontasi, dan teknik komunikasi efektif.
  • Pendekatan dalam buku bersifat praktis dan dapat digunakan untuk self-coaching maupun coaching orang lain.

Tanggapan Guest (Psikolog)

  • Buku ini seperti rangkuman dari banyak pelatihan coaching atau konseling.
  • Sangat aplikatif dan detail, cocok bagi yang ingin melakukan self development secara mendalam.

Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Intelligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.
-AI-

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

BREED #281: Thinking in Bets | Sofyandi Sedar & Gilang Tresna AP

Topik: Pembukaan dan Konteks Diskusi BREED 281 Diskusi merupakan sesi BRIDGE ke-281 dengan fokus bedah buku. Moderator memperkenalkan agenda, alur waktu diskusi, serta latar belakang reviewer. Buku...

BREED #280: Mind Reader | Indra Wardhana, Malik J Ali & Titus Herdiawan

Topik: Pembukaan dan Konteks Acara BREED BREED merupakan acara rutin mingguan yang telah berjalan sejak 2020 dan telah mereview lebih dari 250 buku. Kegiatan dilakukan secara...

BREED #279: Digital vs Human | Jaha Nababan, Panji Sisdianto & Malik J Ali

Topik: Gambaran Umum Sesi BREED ke-279Poin-poin: Sesi BREED ke-279 membahas buku Digital vs Human karya Richard Watson. BREED merupakan komunitas diskusi buku dengan fokus pada book...