BREED #130: Made to Stick | Deni Yulian, Birgitta Ajeng & Imam Dermawan

Topik: Diskusi Buku “Made to Stick” oleh Chip dan Dan Heath

Poin-poin:

  • Buku ini membahas bagaimana sebuah ide atau pesan bisa “melekat” dalam benak audiens dan menjadi viral.
  • Didasarkan pada riset selama 10 tahun oleh dua penulis yang merupakan kakak-beradik dan pakar psikologi.
  • Mereka mengembangkan framework “SUCCESS” agar ide bisa mudah diingat dan memicu aksi:
    • Simple: Pesan harus ringkas, esensial, dan mudah dimengerti. Contoh: pidato JFK soal pendaratan di bulan.
    • Unexpected: Harus memecah pola kebiasaan agar menarik perhatian. Contoh: cerita ginjal dicuri, sapi ungu.
    • Concrete: Gunakan fakta atau gambaran visual yang jelas dan bisa dibayangkan. Contoh: popcorn setara dengan makan tiga jenis junk food.
    • Credible: Gunakan sumber terpercaya atau testimoni anti-authority (seperti mantan perokok). Contoh: dua ilmuwan minum bakteri untuk membuktikan hipotesisnya.
    • Emotional: Pesan yang menyentuh emosi lebih mudah diingat dan menggerakkan orang. Contoh: kampanye “Don’t Mess With Texas”.
    • Stories: Cerita memfasilitasi pemahaman dan penyebaran pesan. Contoh: kisah Jared yang menurunkan berat badan dengan Subway.
  • Ditekankan pentingnya menghindari “kutukan pengetahuan” (curse of knowledge), yaitu kecenderungan orang berpengetahuan tinggi untuk gagal menyederhanakan pesan karena menganggap audiens sudah tahu.
  • Diberikan banyak contoh presentasi dan iklan yang sukses karena mengikuti prinsip ini.
  • Reviewer (Kang Denny Julian) menggunakan teknik presentasi yang mencerminkan isi buku: visual menarik, alur mengalir, dan bahasa sederhana.
  • Mbak Brigitta Ajeng, sebagai tamu, mengomentari bahwa buku ini sangat relevan di era digital untuk membuat pesan menonjol di tengah derasnya informasi.

Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Inteligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.
-AI-

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

BREED #279: Digital vs Human | Jaha Nababan, Panji Sisdianto & Malik J Ali

Topik: Gambaran Umum Sesi BREED ke-279Poin-poin: Sesi BREED ke-279 membahas buku Digital vs Human karya Richard Watson. BREED merupakan komunitas diskusi buku dengan fokus pada book...

BREED #278: Future-Proof Career | Fakhri Ridho M, Jeffrey Pratama & Tasya Salsabila

Topik: Latar Belakang Diskusi dan Konteks BREED Sesi BREED membahas buku berjudul The Future Proof Career: Strategies for Thriving at Every Stage karya Isabel Berwick. Moderator...

BREED #277: Practical Optimism | Juliastrioza, Inayati Khaerinnisaa & Titus Herdiawan

Topik: Gambaran Umum Acara BREED Acara rutin BREED dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 19.45 dan telah mereview lebih dari 200 buku. BREED membahas berbagai topik seperti...