Frugal IoT: Teknologi Cerdas, Biaya Hemat, Manfaat Besar

Di era digital saat ini, Internet of Things (IoT) menjadi salah satu teknologi yang paling cepat berkembang. Tak hanya untuk perusahaan besar, kini IoT juga bisa dijangkau oleh siapa saja—termasuk mahasiswa dan pelaku usaha kecil.

Dalam video ini, dibahas bagaimana kemajuan teknologi membuat perangkat IoT semakin murah dan mudah digunakan. Dulu, membuat sensor atau sistem otomatisasi membutuhkan biaya besar dan peralatan langka. Kini, hanya dengan modal di bawah 50 ribu rupiah, siapa pun bisa membuat sensor suhu dan kelembapan menggunakan Arduino atau ESP8266.

Konsep “Frugal IoT” yang diperkenalkan dalam diskusi ini menunjukkan arah baru perkembangan teknologi: efisien, hemat, dan tetap berdampak besar. IoT bukan lagi milik industri besar; ia hadir untuk smart farming, pemantauan iklim, bahkan teknologi kesehatan seperti alat pengukur tekanan darah, kadar oksigen, dan deteksi dini penyakit.

Beberapa proyek nyata bahkan telah diterapkan di daerah seperti Pulau Aceh dan Maros, di mana sensor-sensor IoT digunakan untuk memantau kondisi lingkungan laut dan sungai. Dampaknya sangat luas, mulai dari membantu petani dan peternak mengoptimalkan produktivitas, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

IoT kini bukan sekadar konsep masa depan. Ia sudah hadir dalam kehidupan sehari-hari—dari gelang kesehatan hingga sistem pemantauan di rumah sakit tanpa kamera, yang menjaga privasi pasien tapi tetap memastikan keselamatan mereka.

Tonton pembahasannya lengkap di YouTube melalui link berikut:

Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Inteligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.
-AI-

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

BREED #281: Thinking in Bets | Sofyandi Sedar & Gilang Tresna AP

Topik: Pembukaan dan Konteks Diskusi BREED 281 Diskusi merupakan sesi BRIDGE ke-281 dengan fokus bedah buku. Moderator memperkenalkan agenda, alur waktu diskusi, serta latar belakang reviewer. Buku...

BREED #280: Mind Reader | Indra Wardhana, Malik J Ali & Titus Herdiawan

Topik: Pembukaan dan Konteks Acara BREED BREED merupakan acara rutin mingguan yang telah berjalan sejak 2020 dan telah mereview lebih dari 250 buku. Kegiatan dilakukan secara...

BREED #279: Digital vs Human | Jaha Nababan, Panji Sisdianto & Malik J Ali

Topik: Gambaran Umum Sesi BREED ke-279Poin-poin: Sesi BREED ke-279 membahas buku Digital vs Human karya Richard Watson. BREED merupakan komunitas diskusi buku dengan fokus pada book...