BREED #97 The Creative Gene | Yosafat Hutagalung, Arif Setiawan & Imam Dermawan

Topik: Diskusi Breed ke-97 – Review Buku “The Creative Gene” oleh Hideo Kojima

Poin-poin:

  • Breed merupakan komunitas yang rutin membahas buku setiap pekan sejak Agustus 2020, dan sesi ke-97 ini mengulas buku karya Hideo Kojima.
  • Hideo Kojima dikenal sebagai kreator game legendaris, seperti Metal Gear, dengan pendekatan kreatif yang menggabungkan cerita, musik, dan visual dalam game-nya.
  • Buku “The Creative Gene” merupakan kumpulan esai Kojima, yang mengungkapkan inspirasi, pengalaman pribadi, dan pentingnya “connection” dalam kreativitas.
  • Kojima menjelaskan konsep memes sebagai ide atau nilai yang diwariskan melalui medium seperti buku, film, dan musik, serta pentingnya aktif mencari inspirasi.
  • Masa kecil Kojima penuh kesepian, yang kemudian menjadi sumber refleksi dan kekuatan kreatifnya; ia merasa tidak sendiri setelah membaca dan menonton cerita tentang tokoh kesepian.
  • Kecintaannya terhadap buku dimulai secara tidak sengaja saat menemukan buku detektif Columbo, yang membuka minatnya membaca.
  • Kojima menyimpan setiap resi pembelian buku sebagai penanda perjalanan intelektualnya.
  • Buku ini dibagi dalam dua bagian berdasarkan tahun penulisan esai (2000–2009 dan 2010–2013), dengan bagian awal dianggap lebih personal dan reflektif.
  • Esai-esai pilihan membahas tema kesepian, inspirasi dari buku misteri, serta pemikiran tentang kreativitas dan pentingnya menjadi unik/foolish dalam berkarya.
  • Kisah menarik lain: Kojima memilih lagu dari band Islandia untuk game Death Stranding karena koneksi emosional, bukan popularitas.
  • Kojima percaya bahwa hanya dengan terus mencari, membaca, dan menyerap ide orang lain, seseorang dapat mempertajam “gen kreatif”-nya.
  • Nilai penting yang diangkat dari diskusi ini termasuk keberanian mencoba hal baru di usia matang, pentingnya kegagalan dalam proses kreatif, dan semangat untuk terus belajar dari berbagai sumber.

Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Intelligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.
-AI-

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

BREED #275: Four Ways of Thinking | Ihsan, Oktina Burlianti & Gilang Anugrah

https://www.youtube.com/watch?v=UFQE30RnHus Topik: Konteks Acara dan Latar Belakang Diskusi Diskusi merupakan BREED ke-275 yang telah berjalan hampir 6 tahun, diselenggarakan pada Rabu, 31 Desember, bertepatan dengan...

BREED #274: Politik Jatah Preman | Tofan Zaky, Defbry Margiansyah & Dadan Ramdani

https://www.youtube.com/watch?v=ZnXPKvmCQ4I Topik: Konteks Kegiatan Breed ke-274 Breed telah berjalan selama 274 pekan (lebih dari 5 tahun) sebagai komunitas bedah buku rutin mingguan. Buku yang dibahas tidak...

BREED #273: The Contrarian | Fuad A Herya, Buntoro & Titus Herdiawan

https://www.youtube.com/watch?v=sN1iUTtYlvA Topik: Konteks Acara Breed dan Buku yang Dibahas Diskusi merupakan bagian dari acara rutin Breed Book Review yang telah berlangsung ratusan sesi. Buku yang direview...