
Topik: Pembahasan Buku Playing to Win dan Penerapannya dalam Strategi Bisnis
Poin-poin:
- Pengantar Diskusi dan Latar Belakang
- Diskusi merupakan sesi BREED ke-282 dengan fokus pada buku Playing to Win.
- Buku direview oleh Mas Denny (CTO Labs 247) dan dikomentari oleh Prof. Ningki (Rektor, akademisi manajemen strategi).
- Tema diskusi menekankan strategi bisnis yang relevan lintas industri, tidak terbatas pada konteks korporasi besar.
- Latar Belakang Buku dan Penulis
- Ditulis oleh A.G. Lafley (mantan CEO P&G) dan Roger L. Martin (pakar strategi).
- Menggabungkan pengalaman praktis CEO dengan kerangka akademik strategi.
- Berbasis studi kasus transformasi P&G, khususnya produk Oil of Olay.
- Lafley berhasil melipatgandakan kinerja P&G (penjualan naik 2x, laba naik 4x, valuasi pasar meningkat signifikan).
- Permasalahan Strategi yang Sering Gagal
- Banyak strategi gagal karena:
- Tidak memiliki winning aspiration (aspirasi kemenangan yang jelas dan inspiratif).
- Tidak fokus dalam menentukan arena bermain (where to play).
- Tidak memiliki diferensiasi jelas dalam cara menang (how to win).
- Kapabilitas dan sistem tidak mendukung strategi.
- Strategi bukan sekadar perencanaan, tetapi serangkaian pilihan (choices).
- Konsep Inti: Strategy is Choice
- Strategi adalah tentang memilih:
- Di mana akan bermain (where to play).
- Bagaimana cara menang (how to win).
- Kapabilitas apa yang harus dimiliki.
- Sistem manajemen apa yang mendukung.
- Termasuk memilih apa yang tidak akan dilakukan.
- Proses bersifat iteratif, bukan linear seperti perencanaan klasik.
- Strategic Choice Cascade (5 Tahapan Utama)
- Winning Aspiration: aspirasi kemenangan yang jelas, ambisius, dan inspiratif.
- Where to Play: menentukan segmen pelanggan, kategori produk, geografi, dan channel distribusi.
- How to Win: menentukan pendekatan unggul (cost leadership, differentiation, dll).
- Capabilities: kemampuan inti yang sulit ditiru dan mendukung strategi.
- Management Systems: sistem, struktur, dan pengukuran yang menopang eksekusi strategi.
- Studi Kasus Oil of Olay (P&G)
- Awalnya stagnan di penjualan USD 800 juta dan dianggap tidak relevan.
- Winning aspiration: menjadi pemimpin pasar di Amerika Utara dengan target penjualan USD 1 miliar dan menciptakan segmen “masstige” (mass + prestige).
- Where to play:
- Menargetkan perempuan usia 35+ yang mulai mengalami tanda penuaan.
- Tetap bermain di saluran mass market, namun dengan positioning prestise.
- How to win:
- Inovasi formula ilmiah (melawan 7 tanda penuaan).
- Rebranding dan kemasan premium.
- Iklan di media prestisius.
- Uji harga (menaikkan harga hingga USD 18 dan tetap laku).
- Capabilities: riset konsumen kuat, inovasi produk, brand building, distribusi luas.
- Hasil: penjualan naik menjadi sekitar USD 2,5 miliar dan berhasil menciptakan kategori baru.
- Perbandingan dengan Pendekatan Strategi Klasik
- Paradigma Industrial Organization (IO):
- Fokus pada daya tarik industri dan posisi kompetitif (Porter, Five Forces).
- Paradigma Resource-Based View (RBV):
- Fokus pada sumber daya dan kapabilitas unik internal perusahaan.
- Playing to Win mengintegrasikan keduanya:
- Where to play dipengaruhi logika IO (memilih industri/arena menarik).
- Capabilities dipengaruhi logika RBV (membangun keunggulan internal yang unik).
- Kritik terhadap Strategic Planning Tradisional
- Strategic planning klasik (analisis → SWOT → eksekusi) dianggap bukan strategi.
- Strategi bukan sekadar hasil analisis kompleks, tetapi keputusan pilihan yang tegas.
- Analisis digunakan untuk menguji pilihan, bukan menggantikan pilihan.
- SWOT menjadi lebih fokus jika difilter melalui pertanyaan:
- Di mana kita bermain?
- Bagaimana kita menang?
- Integrasi EO dan RBV melalui Reinforcing Loop
- Where to play = memilih medan perang yang menguntungkan.
- How to win = menentukan posisi dan diferensiasi.
- Capabilities = membangun aset dan kompetensi unik.
- Ketiganya membentuk lingkaran saling menguatkan.
- Relevansi untuk Bisnis Lain (Contoh Kopi Kenangan)
- Winning aspiration: menjadi jaringan kopi Grab & Go terbesar di Asia Tenggara.
- Where to play: mengisi celah antara kopi mahal (Starbucks) dan kopi murah berkualitas rendah.
- How to win: kualitas tinggi dengan harga terjangkau (masstige concept).
- Menunjukkan bahwa framework dapat diterapkan di luar korporasi raksasa.
- Keunggulan Buku
- Framework sederhana dan praktis.
- Ditulis dengan bahasa mudah dipahami.
- Relevan lintas industri.
- Kredibilitas tinggi karena berbasis pengalaman nyata dan teori kuat.
Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Inteligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.


