
Topik: Latar Belakang Diskusi dan Konteks BREED
- Sesi BREED membahas buku berjudul The Future Proof Career: Strategies for Thriving at Every Stage karya Isabel Berwick.
- Moderator menjelaskan perjalanan BREED sebagai forum diskusi buku lintas topik: bisnis, strategi, marketing, leadership, operation excellence, hingga personal improvement.
- Format diskusi BREED: presentasi sekitar 20 menit, guest commentary, diskusi bebas, dan penutup.
- Buku direview oleh Mas Fahri dengan guest insight dari Pak Jeffrey Pratama (praktisi Human Capital).
Topik: Gambaran Umum Buku The Future Proof Career
- Buku ditulis oleh Isabel Berwick, jurnalis senior Financial Times di London.
- Fokus utama buku bukan pada daftar karier masa depan atau profesi yang akan punah.
- Isi buku lebih menekankan pada soft skill, refleksi pengalaman kerja, dan cara bertahan di dunia kerja pasca pandemi.
- Perspektif buku sangat dipengaruhi konteks budaya kerja London dan sudut pandang penulis yang liberal dan transformatif.
Topik: Relevansi Buku terhadap Dunia Kerja
- Buku dinilai kurang relevan bagi profesional yang sudah sangat berpengalaman, khususnya dalam konteks Indonesia.
- Lebih relevan bagi individu yang sedang menghadapi masalah di tempat kerja.
- Pendekatan buku bersifat self-help praktis, bukan panduan teknis perencanaan karier jangka panjang.
- Banyak contoh diambil dari pengalaman pribadi penulis sebagai karyawan dan manajer.
Topik: Tema Utama yang Dibahas dalam Buku
- Motivasi bekerja dan redefinisi makna kerja pasca pandemi.
- Perubahan pola kerja: WFH, hybrid, dan work-life balance.
- Lingkungan kerja yang toxic versus suportif (workplace suck vs shine).
- Toxic manager, termasuk ciri-ciri manajer narsistik dan cara menghadapinya.
- Pentingnya komunikasi yang baik, terutama lintas generasi.
- Produktivitas yang strategis, bukan sekadar bekerja keras.
- Keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan, termasuk isu paternity leave.
- Tantangan ageism dan diskriminasi usia di dunia kerja.
- Tantangan menjadi manajer tanpa pelatihan manajemen yang memadai.
Topik: Perspektif Inklusivitas dan DEI
- Penulis sangat menekankan Diversity, Equity, dan Inclusion (DEI).
- Tim kerja ideal digambarkan sebagai tim yang beragam secara usia, latar belakang, dan kondisi individu.
- Membangun tim yang benar-benar inklusif diakui sebagai proses yang sulit.
- Pendekatan DEI dalam buku dinilai kuat, namun tidak selalu sejalan dengan konteks budaya Indonesia.
Topik: Pembahasan AI dalam Buku
- Topik AI dan pertanyaan “Will AI replace us?” dinilai mengecewakan oleh reviewer.
- Tidak ada jawaban konkret atau strategi jelas terkait dampak AI terhadap karier.
- Penulis cenderung bersikap spekulatif dan reflektif tanpa kesimpulan praktis.
Topik: Nilai Praktis Buku
- Bagian paling aplikatif adalah strategi menghadapi kenaikan gaji, promosi, atau keputusan pindah kerja.
- Buku membantu pembaca melakukan self-assessment terhadap kondisi kerja dan relasi dengan atasan.
- Menekankan pentingnya adaptif, asertif, dan terus belajar agar tetap relevan lintas generasi.
- Cocok sebagai bahan refleksi personal, bukan sebagai panduan teknis pengembangan karier masa depan.
Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Inteligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.


