Bedah Buku Bisnis #67: Shoe Dog | Yosafat Hutagalung

Topik: Bedah Buku “Shoe Dog” oleh Phil Knight

Poin-poin:

  • Buku “Shoe Dog” dibahas karena direkomendasikan oleh Bill Gates dalam blognya Gates Notes sebagai salah satu buku favorit tahunan.
  • Phil Knight, pendiri Nike, memulai bisnis dengan modal US$1000, yang dikembangkan dari distribusi sepatu Jepang (Onitsuka) menjadi merek global.
  • Knight memulai ide bisnisnya dari paper saat S2, tentang bagaimana sepatu Jepang bisa menyaingi dominasi sepatu Jerman (Adidas dan Puma).
  • Perjalanan bisnis Nike (awal bernama Blue Ribbon) sangat penuh tantangan: keterbatasan modal, ditolak bank, konflik dengan partner Jepang, dan persaingan pasar.
  • Pendekatan bisnis Knight adalah “believe and pursue the dream” walaupun tidak ada jaminan hasil—berani ambil risiko adalah kuncinya.
  • Tidak ada rumus bisnis dalam buku ini, hanya storytelling dari pengalaman personal dan timnya, yang memberikan pelajaran tentang keberanian, kepercayaan, dan ketangguhan.
  • Karakter penting: Jeff Johnson (sales awal dan penggerak toko pertama), Bowerman (pelatih sekaligus partner), serta tim-tim awal yang disebut sebagai “Badface” yang solid dan saling mengisi.
  • Logo Nike “Swoosh” hanya dibayar US$35 dan dibuat oleh mahasiswa desain dari Portland.
  • Filosofi Phil Knight: lebih baik gagal cepat (fail fast) untuk bisa belajar dan bangkit; jangan takut salah atau takut rugi.
  • Kesuksesan Nike bukan dari rencana matang, tapi keberanian, ketekunan, dan dukungan tim yang memiliki value dan mimpi yang sama.
  • Buku ini tidak hanya tentang bisnis, tetapi juga refleksi personal, seperti kehilangan anak pertamanya yang sangat disayangi.
  • Reviewer menekankan bahwa membaca buku ini akan memberikan pelajaran tentang keberanian, membangun mimpi, dan pentingnya kepercayaan dalam tim.

Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Intelligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.
-AI-

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

BREED #279: Digital vs Human | Jaha Nababan, Panji Sisdianto & Malik J Ali

Topik: Gambaran Umum Sesi BREED ke-279Poin-poin: Sesi BREED ke-279 membahas buku Digital vs Human karya Richard Watson. BREED merupakan komunitas diskusi buku dengan fokus pada book...

BREED #278: Future-Proof Career | Fakhri Ridho M, Jeffrey Pratama & Tasya Salsabila

Topik: Latar Belakang Diskusi dan Konteks BREED Sesi BREED membahas buku berjudul The Future Proof Career: Strategies for Thriving at Every Stage karya Isabel Berwick. Moderator...

BREED #277: Practical Optimism | Juliastrioza, Inayati Khaerinnisaa & Titus Herdiawan

Topik: Gambaran Umum Acara BREED Acara rutin BREED dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 19.45 dan telah mereview lebih dari 200 buku. BREED membahas berbagai topik seperti...