
Topik: Konteks Kegiatan Breed ke-274
- Breed telah berjalan selama 274 pekan (lebih dari 5 tahun) sebagai komunitas bedah buku rutin mingguan.
- Buku yang dibahas tidak terbatas pada bisnis atau pengembangan diri, tetapi mencakup politik, sosial, sains, teknologi, lingkungan, dan isu strategis lainnya.
- Kegiatan dipandu oleh Mas Sofan dan Mas Debri, dengan format review buku, tanggapan, serta diskusi peserta.
Topik: Buku “Politik Jatah Preman” karya Ian Douglas Wilson
- Buku membahas relasi antara preman, ormas, elit politik, negara, dan modal di Indonesia pasca-Orde Baru.
- Premanisme tidak hilang setelah reformasi, melainkan beradaptasi, bertransformasi, dan terlembagakan dalam bentuk baru.
- Fokus kajian menyoroti bagaimana kekerasan informal menjadi bagian dari praktik politik sehari-hari.
Topik: Profil Penulis Ian Douglas Wilson
- Akademisi dan peneliti politik-sosiologi dengan pengalaman lebih dari 25 tahun meneliti Indonesia.
- Menggunakan pendekatan etnografi untuk mengkaji hubungan kekuasaan, kekerasan, negara, dan masyarakat.
- Melihat premanisme sebagai bagian dari politik predator dan relasi patron–klien, bukan sekadar kriminalitas.
Topik: Premanisme dan Sejarah Awal Negara (Orde Lama)
- Preman, jagoan lokal, dan laskar rakyat memiliki peran historis dalam perjuangan kemerdekaan.
- Negara pascakemerdekaan berupaya mengendalikan kelompok-kelompok ini melalui konsolidasi dan penjinakan.
- Pembentukan organisasi seperti IPKI dan Perbepsi menjadi sarana integrasi sekaligus kontrol negara.
Topik: Premanisme di Era Orde Baru
- Orde Baru tidak memberantas premanisme, tetapi mengorganisasikan dan melegalkannya.
- Preman dan ormas dijadikan instrumen kekuasaan untuk menjaga stabilitas dan menekan oposisi.
- Kekerasan informal dikelola secara sistematis melalui patronase, intimidasi, dan distribusi jatah ekonomi.
- Negara menggunakan kekuatan non-negara untuk menjaga jarak dari praktik kekerasan langsung.
Topik: Simbol, Seragam, dan Legitimasi Kekuasaan
- Ormas sering meniru simbol dan seragam militer untuk memperoleh legitimasi sosial dan politik.
- Peniruan simbol kekuasaan formal mencerminkan relasi patron–klien dan kultur feodalistik.
- Simbol ini berfungsi sebagai representasi kekuasaan meski tanpa legitimasi hukum formal.
Topik: Reformasi dan Transformasi Premanisme
- Reformasi mengubah struktur kekuasaan sekaligus cara preman menjalankan perannya.
- Preman menjadi lebih sadar politik, media, hukum, dan peluang institusional.
- Kekerasan tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga simbolik dan negosiatif.
- Premanisme beradaptasi dengan demokrasi dan desentralisasi melalui legalitas ormas.
Topik: Jatah Preman dan Relasi Ekonomi-Politik
- Preman diberi akses ekonomi kecil (parkir, pasar, terminal, proyek informal) sebagai imbalan loyalitas.
- Relasi antara politisi, pebisnis, aparat, dan preman bersifat simbiotik dan saling membutuhkan.
- Preman sering berfungsi sebagai tenaga bayangan untuk intimidasi, pengamanan, dan konflik politik.
Topik: Ketidakpercayaan pada Negara dan Daya Tahan Premanisme
- Lemahnya institusi negara, khususnya penegakan hukum, membuat ormas preman tetap relevan.
- Premanisme menjadi strategi bertahan hidup di tengah ketimpangan sosial dan ekonomi.
- Transformasi ini bukan sekadar kamuflase, tetapi adaptasi struktural terhadap perubahan politik.
Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Inteligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.


