BREED #118 The CRUX | Gatot Widayanto | Nico Kanter | Septian Pamungkas

Topik: Bedah Buku “The Crux” oleh Richard Rumelt

Poin-poin:

  • Kegiatan ini merupakan sesi ke-118 dari rangkaian bedah buku BRID yang telah membahas lebih dari 100 buku bertema strategi, kepemimpinan, inovasi, dan lainnya.
  • Buku The Crux dikategorikan sebagai buku tentang strategi dan leadership, dan penulisnya, Richard Rumelt, adalah profesor di UCLA dan konsultan strategi global.
  • Moderator: Mas Fuad Afif Heria; Reviewer utama: Pak Gatot, seorang expert strategy dan change management dengan pengalaman lebih dari 20 tahun.
  • Dua narasumber tambahan:
    • Mas Tian (CEO Monkey Melody) mewakili industri kreatif multimedia dan game.
    • Pak Niko (Aneka Tambang) mewakili perspektif dunia industri tambang dan korporasi besar.

Isi Bedah Buku:

  • Strategi bukan sekadar penetapan target (goal setting), tapi tentang memahami dan mengatasi tantangan utama (crux).
  • Banyak kesalahpahaman dalam dunia bisnis mengenai definisi strategi — misalnya target market share sering disangka sebagai strategi padahal itu hanya ambisi.
  • Rumelt menekankan pentingnya memahami “addressable strategic challenge” dan membedakan antara tools manajemen dan strategi yang sesungguhnya.
  • Contoh kasus dari Salesforce, Ryanair, Intel, Netflix, Nokia, Amazon, dan Southwest Airlines digunakan untuk menunjukkan implementasi strategi yang baik dan buruk.
  • Konsep penting:
    • Strategi adalah ongoing journey (perjalanan berkelanjutan).
    • Source of power harus dikenali agar strategi relevan.
    • Coherent action dibutuhkan agar semua aktivitas perusahaan selaras dengan tujuan strategis.
    • Define the crux: identifikasi inti permasalahan melalui proses terbuka dan diskusi mendalam, bukan terburu-buru menuju solusi.

Pandangan Praktisi (Mas Tian – Monkey Melody):

  • Menceritakan perjalanan bisnis dari mahasiswa hingga menjadi perusahaan multimedia.
  • Menghadapi tantangan pasar yang belum siap serta kegagalan dalam benchmarking global yang tidak sesuai kondisi lokal.
  • Pandemi menjadi titik balik, memaksa pivot ke sektor e-learning.
  • Menemukan “the crux” dalam bentuk kebutuhan produksi konten cepat, murah, tapi tetap efektif.
  • Menyadari pentingnya strategi berorientasi pada realitas pasar dan efisiensi operasional.

Catatan: ringkasan ini dibuat oleh AI (Artificial Intelligence), kesalahan bisa terjadi. Silahkan nonton video aslinya (lengkap) agar tidak salah.
-AI-

More from author

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related posts

Advertismentspot_img

Latest posts

BREED #280: Mind Reader | Indra Wardhana, Malik J Ali & Titus Herdiawan

Topik: Pembukaan dan Konteks Acara BREED BREED merupakan acara rutin mingguan yang telah berjalan sejak 2020 dan telah mereview lebih dari 250 buku. Kegiatan dilakukan secara...

BREED #279: Digital vs Human | Jaha Nababan, Panji Sisdianto & Malik J Ali

Topik: Gambaran Umum Sesi BREED ke-279Poin-poin: Sesi BREED ke-279 membahas buku Digital vs Human karya Richard Watson. BREED merupakan komunitas diskusi buku dengan fokus pada book...

BREED #278: Future-Proof Career | Fakhri Ridho M, Jeffrey Pratama & Tasya Salsabila

Topik: Latar Belakang Diskusi dan Konteks BREED Sesi BREED membahas buku berjudul The Future Proof Career: Strategies for Thriving at Every Stage karya Isabel Berwick. Moderator...